'Namanya musibah bisa menimpa siapa saja, tidak peduli jabatan yang disandangnya' Begitulah gumam para pelayat yang menjenguk korban kebakaran akibat kompor LPG di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Harjono Ponorogo. Geomono 57, Inspektur Inspektorat Pemkab Ponorogo beserta istrinya, Suhartatik 57 dan Herlina 54, seorang pembantu mengalami luka bakar yang cukup serius akibat kebakaran yang ditimbulkan gas LPG di rumahnya, Desa Bajang Kecamatan Mlarak Ponorogo. Kebakaran yang terjadi pada Senin (28/12) sekitar Pukul 24.00 itu diakibatkan oleh selang Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang bocor.
Informasi yang berhasil dihimpun Waskita di lapangan menyebutkan, pada hari Senin (28/12) sekitar pukul 23.30 WIB Gumono, pulang ke rumahnya di Desa Bajang Kecamatan Mlarak Ponorogo. Karena merasa capek setelah mengikuti rapat paripurna di DPRD setempat, ia meminta dibuatkan segelas teh kepada pembantunya, Herlina. Saat hendak menyalakan kompor LPG, ternyata kompor tersebut tidak bisa menyala, akhirnya pembantu yang masih mempunyai hubungan saudara itu memutuskan untuk menyalakan kompor biasa (kompor minyak tanah). Karena ruangan tersebut sudah dipenuhi oleh gas yang diakibatkan oleh bocornya selang LPG tersebut, sepontan ruangan tersebut jadi lautan api saat korek api dinyalakan.
Salah satu sumber dari pihak keluarga menyebutkan, sebenarnya kebocoran selang LPG tersebut sudah diketahui pada Senin sore. “Baunya gas juga terasa di ruangan tersebut,” ucap salah satu keluarga yang tidak mau disebutkan identitasnya. Menurutnya, tidak nyalanya kompor LPG tersebut diakibatkan gas LPG itu sudah habis. “Mungkin saat mau nyalakan LPG itu, gasnya sudah habis, sehingga tidak bisa nyala, sementara gasnya kan masih di ruangan itu, makanya saat nyalain korek ya terbakar,” jelasnya.
Akhirnya, pada malam itu juga, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSUD) Harjono Ponorogo. Namun karena luka bakar yang cukup serius, pada Kamis (29/12) pagi ketiga korban langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. “Alasan utama korban dirujuk ke RSUD, karena luka yang dideritnya melebihi 50 persen, kami tidak bisa, pihak kami hanya mampu menangani luka bakar yang tidak lebih dari 30 persen,” terang dr. Yuni Suryadi, Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Kalau tidak cepat ditangani, lanjut Yuni, dikhawatirkan akan terjadi infeksi dan ginjal akut.
Sementara itu, Polres Ponorogo masih belum memastikan apakah kejadian tersebut murni kecelakaan atau kelalaian. “Kami belum bisa memastikan, ini masih dalam proses penyelidikan,” ucap Kapolres Ponorogo, AKBP Lakoni Wiranegara, saat melihat TKP. Dari pengamatan Waskita di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tabung gas LPG masih dalam keadaan baik (utuh). Sementara menurut warga yang tinggal sekitar kejadian, pada saat malam kejadian, sempat terjadi ledakan. “Ledakan itu bukan karena tabung LPG yang meledak, tetapi karena ruangan itu dipenuhi gas, kena api ya meledak,” ujar salah satu warga yang tinggal tidak jauh dari tempat kejadian. Akibat kejadian tersebut, atap rumah (genteng) rusak, pintu dapur dan peralatan makan yang ada di ruangan tersebut hancur. (azi/hid).
Pejabat Teras Atas Terusik
Memang tidak seperti kejadian biasanya. Musibah kebakaran yang menimpa Inspektur Pemkab Ponorogo, Gumono beserta istri dan pembantunya mengusik para pejabat teras atas Pemkab Ponorogo. Sejumlah pejabat penting menghadiri acara pemberangkatan korban kebakaran yang akan dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Beberapa pejabat yang hadir di RSUD Dr. Harjono Ponorogo diantaranya, Bupati Ponorogo, Muhadi Sujono, Kasubbag Humas Protokol, Heru Purwanto, Sekdakab, Luhur Karsanto, Kepala Dinsosnakertrans, HM. Bedianto, Kepala Dinas Pariwisata, Gunardi, Kepala Dinkes, Andy Nurdiana, dan sejumlah pejabat kepala dinas maupun kepala bidang. Sejumlah camat juga terlihat hadir menjenguk mantan Camat Kota Ponorogo itu.
Tak heran, beberapa pengunjung rumah sakit yang kebetulan menjenguk keluarganya yang sedang sakit merasa keheranan dan ikut berdesakan dengan para pejabat yang memadati pintu masuk Instalasi Rawat Darurat (IRD), tempat Gomuno sekeluarga dirawat. “Ada apa mas, ada apa,” ujar beberapa pengunjung rumah sakit yang ikut berdesakan.
Thursday, Mar 11th
Last update:01:16:56 PM GMT



