Thursday, Mar 11th

Last update:01:16:56 PM GMT



You are here: Buruh Buruh Flu Babi Tewaskan TKW Asal Ponorogo Mayat Korban Terancam Dibakar

Flu Babi Tewaskan TKW Asal Ponorogo Mayat Korban Terancam Dibakar

E-mail Cetak PDF

WASKITA – Karena diduga terjangkit virus flu babi, Yuni Tri Arfianti (30) Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Ponorogo meninggal di tempat kerjanya, Honkong. Perempuan yang sudah tiga tahun lebih bekerja di Hongkong itu, dikabarkan meninggal pada Rabu (23/12) setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit Hongkong selama empat hari.

“Empat hari sebelum meninggal saya mendapat kabar dari teman istri saya, klo istri saya tengah di rawat di rumah sakit karena terkena Flu babi, " kata Adi (34) suami korban yang ditemui Waskita di rumahnya, Kelurahan Tonatan Ponorogo.

Tepat pada Rabu malam, teman korban mengabarkan bahwa nyawa korban sudah tidak bisa tertolong lagi. Korban meninggal dalan perawatan intensif di ruang isolasi rumah sakit Hongkong.

Namun pihak keluarga menyesalkan sikap PT Kencana, PJTKI yang memberangkatkan korban, karena sepertinya penyebab kematian korban masih ditutup tutupi. Kepada keluarga, pihak PT mengatakan bahwa hingga kini belum tahu persis apa penyebab kematianya. "Sepertinya penyebab kematian ditutup-tutupi, pihak PT sampai sekarang mengatahkan tidak tahu persis penyebab kematian istri saya," ujarnya.

Lebih mengejutkan lagi, pihak PT mengatakan bahwa kepulangan jenazah masih harus menunggu waktu yang lama, diperkirakan paling lambat 1 bulan.  "Mengapa kepulangan jenazah harus menunggu 1 bulan, " terang Adi terheran-heran.

Selain itu keluarga sangat keberatan adanya rencana jenazah korban akan dikremasi (dibakar) sebelum dikirimkan ke tanah air, dengan alasan agar virus yang di derita korban tidak menyebar kemana-mana.  "Kata teman istri saya itu, jenazah istri saya akan dikirimkan abunya mas,” ucapnya sedih.

Sebagai orang Islam, Adi keberatan dengan rencana itu, karena dalam Islam tidak ada aturan seperti itu. “Harapan kami, jenazah dikirim seperti biasa, tidak berbentuk abu, karena sebagai orang Islam, kan kita punya cara sendiri,” pungkasnya. Kini, keluarga korban hanya bisa ikhlas menerima kenyataan tersebut. Kini korban meninggalkan dua anak yang masing-masing berumur 9 tahun dan 3 tahun. (hid).