PONOROGO – Adanya rumor akan didirikannya pusat perbelanjaan modern Carrefour di Ponorogo mulai mendapat tanggapan dari para pengusaha setempat. Sedikitnya 2o orang yang mengatasnamakan Ikatan pengusaha Ponorogo, Rabu (28/10) mendatangi rumah dinas Bupati Ponorogo, Muhadi Sujono dan mengadakan audiensi.
Audiensi yang dilakukan secara tertutup itu menyebabkan para kuli tinta tak bisa mengikuti proses audiensi. Muryono, salah satu pengusaha yang mengikuti audiensi mengatakan bahwa ikatan pengusaha ponorogo menolak akan didirikannya Carrefour di kota reyog itu. “Kami ikatan pengusaha ponorogo menolak, di Ponorogo didirikan Carrefour atau mall lain sejenisnya,” jelas Muryono kepada sejumlah wartawan.
Penolakan tersebut, tambahnya, karena berdirinya Carrefour adalah berasal dari investor asing. “Kami ingin Ponorogo itu berkembang dari Ponorogo sendiri,” katanya. Oleh sebab itu, lanjutnya apabila di Ponorogo didirikan supermarket yang berasal dari investor local maka hal tersebut tidak apa-apa. “Kalau memang investronya berasal dari local ya tidka apa-apa,” katanya.
Tidak hanya itu, menurut Murynono, dampak didirikannya Carrefour atau mall akan berdampak pada social ekonomi masyarakat. “Jelas pasar tradisional terancam, dan prilaku masyarakat yang dulunya produktif akan berubah menjadi konsumtif,” paparnya.
Menurut keterangannya, dari hasil audiensi tersebut bupati akan mengkaji ulang soal akan didirikanya Carrefour di Ponorogo. Namun saying, usai audiensi sejumlah awak media tidak berhasil menemui orang nomor satu di lingkungan pemkab Ponorogo itu.
Sementara itu, Yusuf Pribadi, Kepala Industri Perdagangan dan Koperasi (Indakop) Ponorogo mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada pihak investor yang datang dan berencana akan mendirikan Carrefour di Ponorogo. “Sampai saat ini kita belum ditemoni investor itu. Intinya bupati akan tetap melindungi masyarakat bawah,” jelas Yusuf yang ditemui usai audiensi. (azi)



