PONOROGO- Adanya kampung idiot di Desa Karangpatihan Balong Ponorogo, sebagai kampung idiot jilid II setelah Sidowayah, mulai mendapat perhatian dari pusat. Kali ini empat tim yang terdiri dari Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Departemen Kesehatan Pusat, Balai Penelitian GAKY (Gangguan akibat Kurang Yodium), dan team UNDIP Semarang, bersama Dinkes Propinsi dan Dinkes Kabupaten mengadakan verifikasi ke lapangan, Rabu kemarin.
Tim verifikasi langsung menuju SDN 3 Desa Karang Patihan, dan menemukan empat anak yang mengalami kasus yang selama ini santer dikabarkan di media. Keempat anak tersebut yakni Doni 8, kelas I , Siti Hajijah kelas II, Langgeng 12 kelas III dan Ninda 15 kelas VI. “Kami belum bisa mengungkapkan jenis penyakit dan gangguan apa saja karena masih melalui proses cek laborat,” jelas Dian, Direktur Bina Gizi Masyarakat.
Selanjutnya, mereka langsung menunjungi para balita yang di sinyalir gizi buruk serta ke tempat para warga penderita idiot. Tim berhasil menemukan sedikitnya tujuh balita yang mengalami keterbelakangan mental akibar gizi buruk dan kekurangan Yodium, di antaranya Amanda Aulia 6 bulan, Putri ariyani 21 bulan.
Menurut Herawati MPH, dari Depkes, hasil verifikasi di desa tersebut akan dibawa ke laboratorium pusat. “Nantinya hasilnya akan kami kirim ke Dinkes Ponorogo lagi,” katanya. Dalam verifikasi ini, petugas mengambil beberapa sampel untuk dibawa ke Pusat, seperti, kencing, kandungan air yang di pakai minum, kadar yodium dan lain sebagainya.
“Semua tindakan ini dilakukan untuk memutus rantai gizi buruk dan idiot di daerah Tanggungrejo desa Karang Patihan Balong agar tidak terjadi terhadap generasi mendatang,” tukas Edy, Kasi Gizi Dinkes Ponorogo. (mal).
Thursday, Mar 11th
Last update:01:16:56 PM GMT



