MADIUN - Para guru di Kota Madiun kini harus lebih meningkatkan pengetahuan dan potensinya. Pasalnya, mulai tahun 2010 mendatang, para guru diharuskan mengerjakan ujian nasional seperti para siswanya. "Ke depan, guru juga harus ikut mengerjakan soal ujian nasional seperti para siswa. Dan jika nilainya lebih rendah dari para siswanya, sertifikat akan dicabut," ujar Wali Kota Madiun Bambang Irianto kepada wartawan usai menyerahkan setifikat pendidik kepada 371 guru di Wisma Haji, kemarin (29/12).
Menurut dia, Pemkot Madiun akan melakukan evaluasi kemampuan guru mulai tahun 2010 mendatang. Salah satunya dengan mewajibkan para guru yang sudah mendapatkan sertifikat pendidik ikut mengerjakan soal ujian nasional. Dengan demikian, para guru yang lolos program sertifikasi dituntut lebih meningkatkan disiplin dan khasanah keilmuannya. "Apalagi, mereka kan sudah menerima tunjangan profesi yang besarnya sama dengan satu kali gaji per bulan," imbuh Bambang.
Bambang menambahkan, pihaknya akan rutin melakukan evaluasi setiap tahun. Teknisnya, setiap usai siswa mengerjakan ujian nasional, giliran para guru yang akan dikumpulkan di suatu tempat disuruh mengerjakan soal ujian seperti yang dilakukan siswa.
"Dengan metode ini diharapkan, potensi guru dalam menjalankan tugas terus meningkat. Sehingga berimbas pada output para anak didik yang juga berprestasi. Selain itu, kegiatan mengajar para guru minimal harus 24 jam setiap minggu. Intinya, kami akan tetap melakukan pemantauan," tegasnya.
Berdasarkan data, tahun 2009 Kota Madiun mendapat jatah 384 guru. Namun, 12 di antaranya dinyatakan belum lulus dan seorang lagi mengundurkan diri. Sedangkan bagi yang belum lulus sertifikasi, akan diikutkan lagi tahun depan. (kha)
Walikota Ancam Cabut Sertifikat Pendidik
Comments (2)
Artikel Lain...
Halaman 1 dari 15
