Thursday, Mar 11th

Last update:01:16:56 PM GMT



You are here: Pertanian Cabe Jadi Unggulan Desa Lembah

Cabe Jadi Unggulan Desa Lembah

E-mail Cetak PDF

PONOROGO – Kalau Desa Simo Slahung saat ini panen raya jagung, petani yang ada di Desa Lembah Babadan Ponorogo saat ini panen cabe rawit. Cabe rawit atau cabe jempling (Capsicum Frutescens L) merupakan tanaman budidaya yang kadang ditanam di pekarangan sebagai tanaman sayur atau tumbuh liar di tanah kosong yang terlantar. Tumbuhan ini menyukai daerah kering dan biasanya pada ketinggian 0,5 – 1  atau 250 meter dari permukaan laut.
Budidaya cabe jempling (Capsicum Frutescens L) warga Lembah dilakukan sudah bertahun-tahun secara turun temurun. Maka dari itu, soal perawatan dan semacamnya petani setempat tidak merasa kebingugnan, karena pengalaman yang mereka miliki.
Mami 48, petani asal RT V/ RW II Dukuh Ngijo, mengaku sudah empat tahun menekuni budidaya cabe jempling. Waktu tersebut, paparnya, sudah cukup memberi pengalaman baginya bagaimana pahit manisnya budidaya cabe tersebut. “Tahun lalu petani Cabe dari Lembah banyak yang gagal, akan tetapi di tahun ini merupakan musim yang baik untuk cabe,” tutur Mami yang ditemui saat memetik cabe. Selain tanaman dan buahnya bagus, lanjutnya, harganya juga bagus, yaitu Rp 12 ribu per-kilogramnya. “Karena saya dulu hidup di Sumatra dan di Lembah baru 4 tahun maka saya juga tergolong baru bertani cabe , tapi saya juga pernah mengalami gagal panen di tahun kemarin dan untuk tahun ini rasanya bagus harga dan musimnya pas,” ungkapnya.
Pada tahun 2008 lalau, Mami merasa sedih karena tanaman cabe yang sudah menghabiskan biaya relatif banyak gagal panen, akibat pada saat musim panen, curah hujan cukup tinggi, sehingga lahannya kebanjiran. “Akhirnya banyak tanaman cabe warga Lembah banyak yang layu dan mati,” kenangnya. Hal tersebut dirasakan oleh semua petani dari desa Lembah.  “Tahun 2008 itu saya sudah lemes dan kaya stress mas, karena cabe yang sudah siap panen hancur kena hujan yang banyak dan sempat kebanjiran lahan cabe saya, akhirnya banyak yang mati layu,” jujurnya.
Ilham 45, warga RT  IV/RW  I Dukuh Malang desa Lembah mengatakan kalau tanah desa Lembah ya sangat cocok untuk pertanian cabe. “ Karena tanaman cabe ini tidak bisa di tanam di tanah yang kadar airnya tinggi atau di tanah yang lengket,”jelasnya.
Menurutnya,  setiap bulan Juli dan Agustus warga setempat sudah mulai menanam cabe,  dan di pertengahan bulan Desember sudah mulai panen raya.”Seperti bulan ini sudah mulai ramai-ramainya warga panen cabe di desa kami,” tukasnya.
Dari sekian banyak hamparan tanaman cabe di persawahan desa Lembah, mayoritas yang ditanam adalah jenis cabe jempling, hanya segelintir orang saja yang menanam cabe jenis juwita.  Petani lebih memilih cabe jempling karena usia tanaman bisa panjang dan harga lebih bagus.”Sebenarnya kalau cabe Juwita usianya 70 hari sudah mulai panen tapi kalau cabe jempling ini bisa panen kalau sudah berumur tiga bulan, namun harga cabe jempling bagus,” tambah Ilham.
Para petani cabe dari lembah ini berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan nasibnya, baik soal harga, pupuk, juga penyuluhan atau pembinaan dari Dinas Pertanian. “Saya berharap kepada pemerintah agar harga cabe bisa stabil dulu saja pernah mencapai Rp.25 ribu /kg nya , dan pupuk harus mendapat perhatian agar petani mudah untuk mencari pupuk,” ujar Katiyo 60, warga Dukuh Malang.
Hal tersebut di benarkan oleh Endro Priyono 56, yang berasal dari Dukuh yang sama. “Pemerintah harus benar-benar menagani masalah pupuk apalagi ini sudah mulai musim tanam, jangan sampai terulang permasalahan yang lalu, petani butuh pupuk menghilang dari pasaran,” ungkap pria yang juga perangkat desa itu.

Yayuk Sriwahyuni 41, Kepala Desa Lembah kecamatan Babadan berharap kepada pemerintah,  dalam hal ini Dinas terkait untuk selalu memperhatikan nasib para petani cabe karena para petani cabe di desanya, yang sudah bisa mandiri dalam hal budidaya cabe, meskipun tanpa pembinaan dari PPL.  “Kami sangat bersyukur, mereka bisa sukses meskipun tanpa dari PPL, mereka bisa sukses dengan pengalamanya sendiri, “tegasnya. (mal).

Comments  

 
0 #1 Ainul yaqin 2010-02-09 16:18
Bagaimana cara perawatan cabe rawit?
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh