Thursday, Mar 11th

Last update:01:16:56 PM GMT



You are here: Politik Budaya Sogok Masih Marak

Budaya Sogok Masih Marak

E-mail Cetak PDF
WASKITA- Tidak benar, kalau budaya sogok menyogok, pungutan liar, ataupun suap itu hanya isapan jempol belaka, karena budaya seperti di atas masih marak terjadi di lapangan untuk memuluskan suatu maksud tujuan orang atau pihak tertentu, atau demi satu jabatan.“Berhasil data laporan dari masyarakat, praktek pungli, sogok, maupun suap masih banyak terjadi,” ungkap Ramadhan Pohan, anggota Komisi I DPR RI yang melakukan kunjungan ke Ponorogo, Kamis (17/12).
Ia mencontohkan, saat perekrutan CPNSD kemarin. Menurutnya masih banyak praktek-praktek menyogok atau membayar uang ratusan juga agar lulus. “Sau contoh di Magetan, ada yang bayar 120 juta sampai 130 juta agar lulus jadi PNS, kalau di Ponorogo belum ada yang menyebutkan angkanya berapa, cuman praktek-praktek seperti itu ada,” tukasnya.  Hal tersebut, katanya, berdasar pada data laporan masyarakat yang sempat ia temui. “Ini kan omongan masyarakat, ini jelas terjadi,” ujarnya.
Atas temuan-temuan tersebut, legislator dari Partai Demokrat ini berjanji akan membawanya ke Mendagri. “Kami rekomendasikan untuk meng-address semua persoalan ini, dan Mendagri harus bertindak tegas atas hal seperti ini, ini merupakan penyakit masyarakat yang akan membunuh cita-cita bangsa,” pungkasnya. (azi).

 

Add comment


Security code
Refresh